Wednesday, June 9, 2010

Iseng yang Kelewat Batas

BOJONEGORO - Entah ingin membuat resah warga Bojonegoro atau sekadar iseng, penipuan berkedok mencari calon PNS di lingkungan Pemkab terjadi di Kota Ledre. Yang mungkin unik dan membingungkan warga, penipuan ini tak mengambil materi dari korban, tetapi malah menato wajah korban hingga bekas tato tak bisa dihilangkan.

Peristiwa itu bermula ketika Kepala Desa Mulyoagung Sawiyono mendapatkan SMS dari nomor ponsel seorang yang mengaku sebagai Asisten I (bidang pemerintahan) Pemkab Kamsuni. Setelah mendapat SMS, tak berapa lama kemudian orang itu lalu menelepon Sawiyono. SMS ataupun telepon itu pada intinya meminta bantuan Sawiyono untuk mencarikan sekitar delapan orang yang mau menjadi PNS di Pemkab Bojonegoro.

Tak tanggung-tanggung, penipu itu meminta orang yang mau bertugas sebagai intel di lingkup PNS Bojonegoro. Karena itu, orang tersebut butuh orang yang sesuai dengan kriteria sebagai intel, yaitu badan harus tinggi dan harus mau ditato.

Setelah mendapatkan dua orang, Sawiyono kembali ditelepon penipu itu. Setelah diberitahu jika ada dua orang yang mau jadi PNS, penipu itu lalu meminta Sawiyono membawa dua orang itu ke tukang tato yang cukup terkenal, yakni milik Abdul Wahid, Perumahan BTN Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander. Dia langsung membawa Bambang ke tukang tato itu pada Jumat (10/10), sedangkan Nanang, setelah dikontak Sawiyono, dia segera menuju tempat tato itu.

Setelah menato dua orang itu, dia lalu kembali ke rumah. Kemudian, pada Jumat sekitar pukul 19.00, dia ikut tahlilan di tempat tetangga. Baru dari situ, pikirannya terbuka dan mulai sadar bahwa dia ditipu. “Saya lalu sadar, mengapa saya tak mengecek apa memang benar itu Asisten I atau bukan. Setelah memberi tahu kepada Camat (Subadri), baru saya tahu bahwa itu bukan nomor Pak Kamsuni. Saya lalu bilang ke Bambang dan Nanang bahwa itu tipuan,” ujarnya.

Setelah hal ini, dia tak tahu harus berbuat apa untuk menghilangkan bekas tato yang menghias wajahnya. Pasalnya, tato yang ada di wajahnya adalah tato permanen yang sulit dibersihkan. “Saya belum tahu mau berbuat apa. Mungkin juga saya mau menuntut Kades agar menghilangkan tato di wajah saya ini,” tuturnya.

Sumber: Kompas.com

1 comment:

  1. Wah sungguh keterlaluan. Barangkali tu orang kurang kerjaan kali...

    ReplyDelete